Bahasa Belanda tuh bahasa yang paling susah ketebak, iya gak? Salah satu aturan yang paling menonjol adalah perubahan posisi subjek dan kata kerja secara mendadak. Dalam bahasa Inggris atau Indonesia, subjek biasanya selalu berada di depan kata kerja dalam kalimat pernyataan. Namun, bahasa Belanda mengikuti aturan ketat yang di sebut dengan prinsip kata kerja di posisi kedua. Fenomena ini dikenal dengan istilah inversi / pembalikan posisi. Dan ini sangat krusial untuk kita kuasai.
Nah, di artikel ini, kita akan membahas kapan dan mengapa pertukaran posisi ini terjadi dalam percakapan sehari-hari.
Kata Kerja Harus Ada di Posisi Kedua

Aturan paling fundamental dalam tata bahasa Belanda adalah posisi kata kerja yang gak boleh geser. Dalam sebuah kalimat berita sederhana, kata kerja yang udah dikonjongasikan harus ada di posisi kedua. Jika kamu memulai kalimat dengan subjek, maka urutannya tetap normal seperti biasa.
Contoh, “Ik drink vandaag koffie” (Aku minum kopi hari ini). Di sini, kata kerja “drink” ada di posisi setelah “Ik”.
Namun, masalah muncul kalau kamu ingin menekankan keterangan waktu atau tempat di awal kalimat. Jika kamu memulai dengan kata “vandaaag”, maka kata kerja harus segera menyusul agar tetap di posisi kedua. Kalimatnya akan berubah menjadi, “Vandaag drink ik koffie”. Logika ini berlaku hampir semua kalimat deklaratif dalam bahasa Belanda.
Pengaruh Kata Tanya dan Kalimat Perintah

Selain karena penekanan keterangan, pertukaran posisi subjek juga terjadi secara otomatis dalam kalimat tanya. Ini mirip dengan logika bahasa Inggris, namun kali ini tak membutuhkan kata bantu tambahan. Kamu cukup menukar posisi subjek dengan kata kerja utama untuk mengubah pernyataan menjadi pertanyaan.
Misal, dari pernyataan “Jij bent Nederlands” (Kamu adalah orang Belanda). Kamu bisa mengubahnya menjadi kalimat pertanyaan, “Ben Jij Nederlands?” (Apakah kamu orang Belanda?).
Aturan ini juga berlaku saat kamu menggunakan kata tanya seperti “Waar” (Di mana) atau “Wanneer” (Kapan). Contoh, “Waar woon je?” (Di mana kamu tinggal?). Kata kerja woon tetap mendahului subjek je karena pengaruh kata tanya di posisi pertama.
Menggunakan Kata Penghubung

Penyebab lain yang sering terlupakan adalah penggunaan kata penghubung tertentu yang berfungsi sebagai keterangan. Kata-kata seperti, “daarna” (Setelah itu) atau “dan” (kemudian) seringkali diletakkan di awal kalimat kedua. Karena kata-kata ini menempati posisi pertama, maka aturan menempatkan keta kerja di posisi kedua harus kita terapkan.
Contoh, “Eerst eet ik, daarna lees ik een boek” (Pertama, aku makan, setelah itu aku membaca sebuah buku). Pada bagian kedua kalimat tersebut, kata kerja lees muncul sebelum subjek ik karena adanya kata daarna.
Kesimpulan
Bagaimana, gampang, bukan? kunci kefasihan dalam berbahasa adalah dengan memahami grammarnya. Jadi, pastikan kamu memahami yang sudah ku jelaskan di atas, ya! Fokuslah pada pola-pola sederhana dahulu sebelum mencoba menulis kalimat yang kompleks dan panjang.
Yuk, mulai dari sekarang latih diri kamu dengan mengubah letak keterangan waktu pada aktivitas harianmu. Cobalah dengan menulis 5 kalimat yang dimulai dengan subjek, lalu ubah semua dengan memulai dari keterangan waktunya.
